News

Agus sari, memelihara lingkungan untuk kepentingan ekonomi dengan pendekatan lanskap

Agus Sari (51 tahun) bukan nama baru di ranah lingkungan hidup. Sebelum menduduki kursi jabatannya sekarang sebagai CEO di Landscape Indonesia, ia pernah menjadi penasihat senior UNDP dan Wakil Perencanaan dan Keuangan pada REDD+.AGUS SARI, CEO Landscape Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi dan pendanaan lingkungan.Agus salah satu orang yang tepat untuk berbicara tentang lingkungan dan pengelolaan lanskap keberlanjutan (Landscape Approach). Pendekatan lanskap adalah topik utama wacana kebijakan nasional dan internasional dalam beberapa tahun terakhir. Lanskap berarti Read more...

Perbankan dinilai berisiko danai produsen sawit tak berkelanjutan

Lembaga keuangan di Indonesia dinilai menghadapi risiko besar jika memberikan pendanaan terhadap produsen minyak sawit yang tidak berkelanjutan. Laporan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Landscape Indonesia, menyebutkan produsen minyak sawit yang tidak berkelanjutan akan berisiko merugi dari aktivitas yang dilakukan.CEO Landscape Indonesia dan Senior Associate di World Agroforestry Centre (ICRAF) Agus Sari mengatakan, produsen sawit yang tidak berkelanjutan dapat mengakibatkan risiko deforestasi, meningkatnya gas rumah kaca, dan berkurangnya biodiversitas lebih besar.Selain itu, Agus menilai produsen sawit yang tidak Read more...

Bank terancam risiko soal pembiayaan sawit tak bersertifikat

Sektor jasa keuangan Indonesia terancam menghadapi risiko reputasi, regulasi, dan keuangan yang cukup besar jika terus mendukung perusahaan-perusahaan sawit yang tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, tindakan untuk mengelola dampak buruk lingkungan dan sosial yang dihasilkan oleh-oleh praktik-praktik kelapa sawit tidak berkelanjutan hendaknya juga diikuti oleh sektor ini.Demikian rangkuman Laporan Studi Institusi Keuangan Indonesia Hadapi Risiko dari Produksi Kelapa Sawit yang Tidak Berkelanjutan yang diterbitkan The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Jakarta, Selasa (12/12/2017)."Laporan ini menjelaskan hubungan antara praktik-praktik Read more...

Lembaga keuangan diminta hati-hati biayai industri sawit

Muhammad Nazarudin Latief, JAKARTARoundtable on Sustainable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Landscape Indonesia meminta lembaga-lembaga keuangan lebih selektif memilih perusahaan yang didanai dan tidak berhubungan dengan perusahaan yang masih mempraktekkan industri kelapa sawit tidak ramah lingkungan (unsustainable).Laporan RSPO dan Landscape Indonesia menyebutkan bahwa lembaga keuangan di Indonesia tengah menghadapi berbagai risiko terkait reputasi, benturan peraturan dan risiko finansial yang semakin meningkat jika masih memberikan pendanaan pada produsen kelapa sawit yang tidak berkelanjutan.CEO Landscape Indonesia, Agus Sari mengatakan, pemangku kepentingan pada industri Read more...

The risk of reputation for the banks that fund unsustainable producers

InfoSAWIT, JAKARTA –The latest report launched by Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), in cooperation with Lanskap Indonesia, Profundo, World Agroforestry Centre, and CIFOR, noted the relationship between unsustainabl palm oil practices and the increasing risks for the banks and investors that fund the operational.The report “Managing Palm Oil Risk: Brief Report for the Modal Owners or “Mengelola Risiko Kelapa sawit: Laporan singkat untuk pemodal” also mentioned, financial boards (institutions) faced the risks about reputation, impact with the regulation, and Read more...

Soal pembiayaan sawit berkelanjutan, bank di indonesia harus perhatikan hal ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Soal pembiayaan sawit berkelanjutan, bank di Indonesia harus memperhatikan setidaknya 11 hal ini. "Tujuannya supaya bank-bank aware," kata Director Indonesia Operations Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Tiur Rumondang hari ini saat kegiatan diskusi dengan media di Jakarta.Tiur mengemukakan hal tersebut berkenaan dengan laporan setebal 34 halaman bertajuk Mengelola Risiko Kelapa Sawit: Laporan Singkat untuk Pemodal. Laporan tersebut diteliti dan ditulis oleh Jan Willem van Geulder (Profundo), Agus Sari (Bentang Alam Indonesia dan World Agro Forestry Center-ICRAF), Read more...