Soal pembiayaan sawit berkelanjutan, bank di indonesia harus perhatikan hal ini



JAKARTA, KOMPAS.com - Soal pembiayaan sawit berkelanjutan, bank di Indonesia harus memperhatikan setidaknya 11 hal ini. "Tujuannya supaya bank-bank aware," kata Director Indonesia Operations Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) Tiur Rumondang hari ini saat kegiatan diskusi dengan media di Jakarta.

Tiur mengemukakan hal tersebut berkenaan dengan laporan setebal 34 halaman bertajuk Mengelola Risiko Kelapa Sawit: Laporan Singkat untuk Pemodal. Laporan tersebut diteliti dan ditulis oleh Jan Willem van Geulder (Profundo), Agus Sari (Bentang Alam Indonesia dan World Agro Forestry Center-ICRAF), dan Pablo Pacheco (Center for International Forestry Research-Cifor).

Berikut, 11 hal yang menjadi rencana aksi untuk bank di Indonesia yakni tentukan visi keberlanjutan, analisis portofolio, kembangkan kebijakan kelapa sawit berkelanjutan, latih staf terkait, lakukan uji kelayakan untuk mengindentifikasi risiko, libatkan nasabah, tawarkan insentif, pantau perkembangan, turut serta dalam inisiatif multipihak, laporkan upaya bank secara transparan, dan tinjau dan ubah kebijakan bila perlu.

Dalam laporan itu, kata Agus Sari mengatakan bahwa tercatat ada 10 bank sebagai pemodal utama kelompok kelapa sawit global 2009-2017. "Dari jumlah itu, hanya Bank Mandiri yang merupakan bank asal Indonesia," demikian Agus Sari.