Transisi menuju sistem energi bersih dan pencapaian target Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission/NZE) merupakan mandat strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional serta mendukung hilirisasi minyak dan gas bumi, mineral, dan batu bara. Pemerintah Indonesia telah menetapkan program strategis dalam Peta Jalan Emisi Nol Bersih dengan target pencapaian paling lambat pada tahun 2060, atau lebih cepat apabila memungkinkan.
Dalam kerangka tersebut, sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama. Perubahan teknologi, transformasi industri energi, dan dinamika pasar tenaga kerja menuntut kesiapan SDM yang adaptif, kompeten, dan mampu berkontribusi secara aktif dalam mendukung transisi energi nasional. Sebagai unit utama pengembangan SDM di sektor energi dan sumber daya mineral, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa tenaga kerja energi di Indonesia siap memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat pengembangan energi terbarukan, serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Penyusunan Agenda Kebijakan Pengembangan SDM untuk Transisi Energi Menuju Emisi Nol Bersih merupakan bagian integral dari upaya tersebut. Dokumen ini tidak hanya memetakan tantangan dan peluang, tetapi juga menawarkan serangkaian opsi kebijakan yang konkret dan implementatif — mulai dari penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, transformasi tenaga kerja di subsektor terdampak, pengembangan kemitraan multipihak, penyediaan skema pembiayaan berkelanjutan untuk pengembangan SDM, hingga pembangunan sistem informasi tenaga kerja energi berbasis data.
Agenda ini dirancang untuk memberikan arah pengembangan SDM yang sistematis, terukur, dan adaptif, sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional yang berkelanjutan, mempercepat transisi menuju energi hijau, serta memperluas kesempatan kerja yang berkualitas. Melalui dokumen ini, BPSDM ESDM berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai pusat pengembangan kompetensi sektor energi dan mineral, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta memastikan bahwa SDM Indonesia siap menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi energi bersih nasional.
Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan — pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, serta masyarakat sipil — untuk bersama-sama mengimplementasikan agenda kebijakan ini. Transformasi energi bukan hanya tantangan besar, tetapi juga peluang strategis bagi Indonesia. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, kita dapat membangun masa depan energi yang lebih bersih, adil, dan berdaulat bagi generasi mendatang.




