Penelitian potensi timbulan sampah di Kepulauan Seribu disusun untuk memperkuat program pengelolaan sampah plastik berbasis komunitas dan teknologi pirolisis.

Berawal dari sebuah pilot project di Pulau Pramuka, dengan kerjasama dengan Kantor Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrative Kepulauan Seribu, dilakukan riset potensi timbulan sampah untuk menunjang penguatan program pirolisis (Pirolysis Utilization to Recover Plastic to Liquid Energy - PURPLE 1000) di 11 pulau berpenghungi lainnya.

Observasi awal dan pelaksanaan penelitian dilakukan bersama-sama tim Sudin LH pada April 2011, yang melibatkan pengambilan data primer di beberapa pulau berpenghuni, mewawancarai pengelola bank sampah, masyarakat, petugas keberssihan, mitra lokal Yayasan Rumah Literasi Hijau hingga Kepada Suku Dinas LH Kep. Seribu, Bapak Djoko Rianto Budi Hartono. Data-data sekunder dari kantor Sudin LH merupakan rujukan dalam penelitian ini, digunakan untuk melakukan perkiraan penghitungan potensi timbulan sampah.

Pengambilan data dari petugas di masa Pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri, sehingga tim penelti Landscape Indonesia menggunakan google form selain melakukan kunjungan dan wawancara kepada narasumber penting. Kegiatan penelitian dan penyusunan laporan ini berhasil dituntaskan pada Juni 2021.